Jumat, 13 Desember 2013

Hacker Indonesia diakui peretas nomor satu di dunia


Dengan lumpuhnya beberapa situs Autralia setelah 'dihajar' para hacker tanah air, banyak mengakui bahwa Indonesia memiliki kualitas hacker nomor satu di dunia. Meski tidak valid dari mana penilaian itu diambil, namun dari beberapa fakta yang ada, dapat
disimpulkan demikian. Bahkan, dua dari peringkat 20 besar hacker top di dunia ini berasal dari Indonesia. Diketahui, mereka biasanya menggunakan nickname Hmei7 dan Kamtiez. Tidak hanya itu, salah hacker lain dari Indonesia berinisial Bi4kkob4r berhasil meruntuhkan tembok keamanan Facebook. Dengan jebolnya sistem keamanan Facebook, Bi4kkob4r berhasil mendapatkan ganjaran uangsenilai USD 2000 atau setara Rp 22,7 juta. Hal ini karena Facebook selalu memberikan imbalan uang pada siapa saja yang telah berhasil membobol jaringan keamanannya. Sementara hacker Indonesia yang menuai prestasi gemilang adalah Jim Geovedi. Dia berhasil mengubah arah gerak dari satelit saat menjadi pembicara di BBC news tahun 2006 silam. Bahkan Amerika mengakui hal tersebut. Setidaknya warga Amerika pernah mengalami dijahili oleh hacker dari tanah air.

Sabtu, 07 Desember 2013

Mengelola pikiran positif dalam hidup optimis



Ketika menghadapi suatu masalah dalam hidup, apa reaksi anda yang paling sering muncul dalam merespon masalah terssebut? Jika anda seperti kebanyakan manusia, maka reaksi pertama anda adalah mengeluh. Begitu banyak respon yang keluar dari mulut kita dalam bentuk ucapan yang bernada keluhan. Ini adalah suatu reaksi yang sangat manusiawi dan alami. Manusia memang diciptakan oleh Allah dengan memiliki sifat suka mengeluh.

“Sungguh, manusia diciptakan bersifat kikir dan suka mengeluh,” (QS. Al Ma’arij : 19).

Tetapi, setelah reaksi pertama tersebut, anda sebenarnya memiliki dua pilihan. Anda dapat terus-menerus mengeluh dan kesal sehingga anda diam dan malas mencari solusinya. Atau anda bersikap sebaliknya, anda berusaha untuk mengambil pelajaran dari masalah tersebut, mencari berbagai titik kelemahannya, serta berusaha untuk bangkit dan mencari solusinya.


Perbedaan besar terjadi pada titik ini, perbedaan antara orang-orang optimis dengan orang-orang yang pesimis. Orang-orang optimis akan selalu berpikir, berperilaku serta mengambil tindakan-tindakan positif dan konstruktif bagi hidupnya. Di sisi lain, orang-orang pesimis akan selalu memandang hidup ini secara negatif, merasa bahwa dunia memusuhinya. Orang-orang optimis selalu melihat peluang sementara orang-orang pesimis selalu melihat rintangan.

Seorang peneliti yang bernama Dr. Martin Seligman, dalam bukunya “Learned Optimism” yang disusun berdasarkan hasil penelitiannya selama 25 tahun menjelaskan secara rinci tentang perbedaan reaksi antara orang-orang optimis dan orang-orang pesimis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ada tiga hal mendasar yang membedakan reaksi antara orang-orang optimis dan orang-orang pesimis.

Pertama. Orang optimis cenderung melihat setiap kegagalan sebagai hal yang bersifat sementara, orang pesimis cenderung melihat kegagalan sebagai hal yang bersifat permanen. Dengan pemikiran yang seperti itu, orang optimis selalu semangat dalam setiap hari-harinya, sedangkan orang pesimis sebaliknya kehilangan semangat dalam setiap permasalahan yang dihadapi. Kedua. Orang optimis cenderung melihat masalah sebagai hal yang spesifik. Artinya, ketika terjadi masalah dalam hidupnya, masalah itu dia anggap tidak ada hubungannya dengan hal-hal lain yang secara rasional tidak terkait satu sama lain. Sedangkan orang pesimis cenderung menganggap suatu masalah selalu berkaitan erat dengan masalah lain tanpa terlebih dahulu berpikir secara rasional. Ketiga. Orang optimis cenderung melihat rintangan sebagai hal yang berasal dari luar (eksternal), sedangkan orang pesimis melihatnya dari sisi personal (pribadi).

Orang optimis selalu mengembangkan sikap dan kebiasaan positif meilhat segala masalah dengan melihat segala masalah dengan meilhatnya secara spefisik, bersifat sementara dan berlaku eksternal. Orang optimis selalu mengontrol dialog internal dalam dirinya dan menghindari segala “bisikan-bisikan” negatif yang muncul ketika menghadapi suatu kejadian dalam hidupnya. Orang-orang optimis selalu bangkit kembali mengalami masa sulit dan pantang berputus asa. Di sisi lain, orang pesimis adalah orang yang mudah putus asa. Allah Swt. berfirman,

“Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir (QS. Yusuf : 87).


OPTIMIS DENGAN MENYADARI KEMAMPUAN ALAMI KITA

Tahukah anda bahwa sesungguhnya Allah Swt telah menciptakan manusia dan melengkapinya dengan akal pikiran yang amat hebat sehingga dapat digunakan oleh manusia untuk merealisasikan segala cita-citanya. Otak manusia yang ukurannya hanya sebesar buah jeruk dapat menyimpan sekitar 800 informasi per detik selama rata-rata 65 tahun hidup manusia tanpa pernah merasa lelah. Semua kelebihan yang telah diberikan oleh Allah Swt itu semestinya dapat kita optimalkan sesuai dengan kadar kemampuan diri kita.

Bagaimana kita memahami kekuatan pikiran kita dan dapat memfungsikan secara optimal? Pikiran manusia sesungguhnya memiliki kekuatan yang luar biasa hebat. Pikiran mengoordinasi setiap aspek dari perasaan, perilaku, kata-kata, tindakan, dan emosi untuk menyelaraskannya dengan pikiran dominan kita. Prinsip dasar yang harus anda pahami adalah bahwa otak manusia akan merekam seluruh pengalaman yang terjadi selama hidup. Apa yang kita rasakan, kita pikirkan, kita lakukan, kita sentuh, kita cium, kita lihat, kita dengar, akan terekam kuat secara permanen di dalam pikiran kita. Kejadian-kejadian ini akan membentuk pengalaman-pengalaman pribadi kita. Pengalaman-pengalaman ini tersimpan di dalam pikiran kita selama beberapa lama, kemudian ia akan berinteraksi satu dengan yang lain dan akhirnya melahirkan kesimpulan-kesimpulan atau representasi internal terhadap fakta-fakta dan realitas hidup. Dan pada akhirnya, perilaku kita akan sangat ditentukan oleh keadaan pikiran kita.

Pernahkah anda merasa sedemikian bergairah dan bersemangat?, apa yang anda kerjakan tampaknya semua beres dan berjalan lanacar sesuai dengan rencana anda. Begitu pula sebaliknya, pernahkah anda merasa begitu lemas, malas atau depresi dan ketakutan?, semua yang anda kerjakan menuai hasil yang buruk, atau semua teman tampaknya menjengkelkan, keluarga terasa membuat masalah, dan lain sebagainya.

Mengapa bisa seperti itu? Apa sebenarnya yang menjadi kunci perbedaannya? Mengapa di satu waktu kita bisa mengalami saat yang begitu bahagia sementara di lain waktu kita mengalami kegagalan dan kejengkelan?.

Ada keadaan yang memberdayakan yang dapat memicu otak kita untuk menemukan kekuatan dahsyatnya, sementara ada pula keadaan yang tidak memberdayakan yang membelenggu otak kita dan membuatnya tidak berdaya. Keadaan yang memberdayakan bisa membentuk kegembiraan, keyakinan, perhatian orang lain, suasana yang mendukung, dan lain sebagainya. Sementara keadaan yang tidak memberdayakan semisal depresi, tekanan ekonomi, masalah keluarga, keraguan-keraguan, frustasi, dan lain sebagainya.

Setiap saat kita mengalami keadaan yang demikian berubah-ubah secara bergantian, sehingga ada kalanya kita berada dalam performa optimal dan di lain waktu kita justru merasa mandek. Jika saja kita bisa selalu mengatur keadaan yang terjadi pada pikiran kita, maka kita akan selalu dapat mengatur perilaku kita. Hal ini karena sesungguhnya perilaku kita adalah hasil dari keadaan pikiran kita. Jadi, jika kita ingin mengubah perilaku kita, maka ubahlah keadaan pikiran kita.

Beberapa Ide Dan Cara Agar Anda Dapat Menjadi Lebih Optimis

1. Lihatlah segala permasalahan dari sisi yang konstruktif, ingatlah selalu bahwa apa pun yang terjadi, jangan biarkan hal itu menurunkan semangat anda. Carilah hal-hal baik yang terkandung di dalam suatu kejadian yang anda hadapi.
2. Netralkan segala pikiran-pikiran dan emosi negatif, dan bicaralah kepada diri anda sendiri secara positif. Ungkapan-ungkapan seperti, “Saya sangat bahagia”, “Saya sangat menyukai pekerjaan saya”, “Hari ini adalah hari terindah”, dan lain sebagainya.
3. Ingatlah, bahwa setiap masalah yang anda hadapi hanyalah bersifat sementara, spesifik, dan eksternal. Ingatlah bahwa segala hal yang bersifat negatif merupakan hal-hal yang tidak berhubungan dengan hal lain dalam hidup anda.
4. Selalu tanamkan prinsip bahwa “tidak ada yang tidak mungkin selama anda mau berusaha”, “hasil bukan ukuran, namun proses adalah mutlak pembelajaran”, “sukses selalu diiringi dengan kesulitan-kesulitan dan perjuangan berat”, atau “menjadi individu biasa itu mudah dan banyak dibandingkan menjadi individu istimewa yang sukar dan sedikit. Kemudian carilah hal-hal bagus yang mendukung pernyataan anda tersebut.
5. Jagalah pikiran anda kepada target dan tujuan yang telah ditetapkan. Jika terjadi suatu tantangan dan masalah, maka katakanlah pada diri anda bahwa hal tersebut bersifat sementara dan merupakan bahan didikan bagi anda untuk lebih baik lagi di masa mendatang.


MENGELOLA PIKIRAN SECARA EFEKTIF

Sekarang kita ketahui bahwa perilaku kita bergantung pada keadaan pikiran kita, sedangkan keadaan pikiran kita sangat bergantung pada kesimpulan internal terhadap pengalaman hidup kita. Pengalaman hidup kita secara umum masuk melalui tiga pintu utama yaitu pendengaran atau auditory, penglihatan atau visual, dan perasaan atau kinesthetic. Pintu-pintu masuk ini meneruskan pengalaman kepada otak.

“Katakanlah, Dialah yang menciptakan kamu dan menjadikan pendengaran, penglihatan, dan hati nurani bagi kamu, tetapi sedikit sekali kamu bersyukur,” (QS. Al-Mulk [67]: 23).

Melalui proses generalisasi, penghapusan, pengurangan, penambahan dan lain sebagainya, maka otak akan mengambil dan menyaringnya menjadi kesimpulan-kesimpulan internal. Semua orang normal mempunyai akses yang sama terhadap ketiga pintu masuk utama ini, yaitu visual (apa yang kita lihat), auditory (apa yang kita dengar), dan kinesthetic (apa yang kita rasakan), tetapi akses utama setiap orang berbeda-beda pada tingkatan yang berbeda pula. Ada orang yang bertipe visual, ia lebih mudah bereaksi terhadap apa yang dia lihat. Adapula orang bertipe auditory yang lebih mudah bereaksi terhadap apa yang ia dengar. Begitu pula kinesthetic, paling kuat bereaksi terhadap apa-apa yang ia rasakan.

Setiap orang memiliki ketiga unsur tersebut dalam dirinya masing-masing, tetapi pada kebanyakan orang, mereka memiliki satu sistem yang dominan. Dengan mengetahui perbedaan daya dan gaya seseorang, paling tidak anda dapat menyesuaikan sikap anda dengan sikap serta perilaku orang lain di sekitar anda. Sebenarnya hal seperti ini akan sangat membantu jika bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, dalam menjalin komunikasi dengan orang lain.

Ada dua cara yang dapat kita lakukan untuk mengendalikan atau mengubah kesimpulan-kesimpulan internal kita, yaitu : Pertama, kita dapat mengubah apa yang telah kita simpulkan. Contoh, jika ita telah menyimpulkan suatu skenario terburuk, maka kita dapat mengubahnya menjadi skenario terbaik. Husnudzan, dalam istilah Islam. Oleh karena semua itu pada dasarnya hanya sebatas persepsi kita, mengapa kita tidak selalu membuat persepsi yang memberdayakan hidup kita?. Kedua, kita bisa mengubah bagaimana kita menyimpulkan sesuatu. Contoh, ada orang yang ketika melihat suatu gambar, maka akan langsung sangat termotivasi untuk melakukan sesuatu. Begitu pula ada orang yang ketika mendengar atau merasakan sesuatu, maka akan langsung termotivasi.

Jadi, kenalilah tipe kemampuan anda saat ini, apakah anda visual, auditory, ataukah kinesthetic. Dengan mengenali diri anda secara utuh, anda bisa memotivasi diri sendiri dengan sesuatu yang menimbulkan motivasi anda secara positif. Bayangkanlah suatu kondisi di mana anda sangat termotivasi karenanya. Misalnya, anda sangat termotivasi karena melihat film menarik, atau gambar tertentu, atau musik tertentu, atau cerita dan pengalaman hidup tertentu. Untuk mendayagunakannya lebih jauh, maka cobalah untuk msauk ke kondisi tersebut, bayangkanlah secara presisi pengalaman tersebut. Anda perlu mengatahui apakah ia terang atau gelap, berwarna atau hitam putih, dengan rupa seperti apa dan sebesar apa. Jika ia berbentuk suara, maka anda perlu tahu lebih jauh seberapa keraskah volumenya, keras atau lembut, jauh atau dekat, bergema atau tidak. Jika ia kondisi di mana anda selalu termotivasi karenanya, maka bayangkanlah ia secara jelas seolah-olah ia tampak di depan mata sendiri. Kemudian, perbesar dan pertegaslah gambarnya, warnanya, ukurannya, bentuknya. Jika ia merupakan kondisi yang menurunkan motivasi anda, maka buatlah bayangan itu muncul di hadapan anda. Kemudian perkecil dan samarkanlah sedikit demi sedikit gambarnya, buramkan warnanya dan perkecil bentuk serta ukurannya.

Pada dasarnya, anda bisa menjalani kehidupan anda dengan salah satu dari dua cara. Anda bisa membiarkan otak anda bekerja seperti yang sudah-sudah atau anda bisa memilih secara sadar untuk mengelola otak anda sendiri dengan menanamkan suatu tanda di dalam pikiran anda, semacam aba-aba, yang bisa memicu otak anda untuk masuk ke kondisi yang anda harapkan. Satu hal lagi yang perlu anda pahami bahwa semua pengalaman hidup kita akan tersimpan dan terekam rapi di dalam pikiran bawah sadar kita, oleh karena itu untuk memahaminya lebih jauh, marilah kita bahas sedikit tentang hal berikut.

Beberapa Ide Dan Cara Untuk Mendayagunakan Kekuatan Pikiran Anda

1. Anda harus ingat bahwa apa pun yang pernah anda lihat, dengar, sentuh, cium, rasakan, pikirkan, akan terekam secara permanen di dalam pikiran anda.
2. Janganlah mudah memberikan batasan pada diri anda, karena batasan yang ada saat ini hanyalah batasan yang ada di dalam pikiran anda dan bersifat sementara. Ingatlah baik-baik prinsip “Jika orang lain bisa melakukan, anda juga bisa melakukannya”.
3. Anda harus tahu bahwa pikiran anda akan merespons sesuatu dari “pancingan” dan bukan “tekanan” kepada pikiran anda.
4. Apapun informasi yang masuk kepada anda, maka otak anda akan merekamnya. Jika anda masukkan hal-hal positif, maka pikiran anda akan merekamnya. Begitu pula jika anda memasukkan hal-hal negatif, maka pikiran anda juga akan merekam semuanya.
5. Merenunglah sesaat sebelum tidur, mulailah memilih dan mengingat-ingat hal-hal positif selama satu hari yang sudah anda jalani tadi. Hal-hal positif apa yang sudah kita lakukan hari ini, maka itu semua kita syukuri. Sementara hal-hal negatif apa saja yang sudah kita lakukan hari ini, maka kita beristighfar dan itu semua kita buang jauh-jauh dari kehidupan kita.


KEKUATAN PIKIRAN BAWAH SADAR MANUSIA

Salah satu bagian dari kekuatan utama pikiran manusia terletak pada pikiran bawah sadarnya. Pikiran bawah sadar manusia adalah jumlah total pengalaman masa lalunya. Sesungguhnya, apa-apa yang selama hidup pernah kita sentuh, pegang, cium, rasa, bicarakan, lihat, dengar, dan lain sebagainya akan terekam kuat di dalam pikiran kita. Tetapi, pikiran bawah sadar kita hanya akan menerima perintah dari pikiran sadar, pikiran yang melihat fakta. Jika pikiran sadar kita menerima fakta tentang rasa cinta, maka pikiran bawah sadar kita akan menganggapnya sebagai perintah. Selanjutnya, ia akan mengeluarkan segala daya dan kekuatan yang luar biasanya untuk mewujudkan rasa cinta tersebt menjadi kenyataan.

Sesungguhnya pikiran bawah sadar anda tidak akan dapat membedakan antara kenyataan dengan sesuatu yang anda cita-citakan dan mimpikan. Pikiran bawah sadar kita dapat juga diarahkan agar dapat membantu kita mencapai hasil yang diinginkan. Jika anda memiliki suatu cita-cita, maka ucapkanlah cita-cita tersebut berulang kali, di setiap waktu dan kesempatan, dengan berbagai kondisi yang menjadi penekanannya. Dengan demikian, maka informasi ini akan tertanam kuat di dalam pikiran bawah sadar anda dan kemudian akan membawa anda merealisasikan target tersebut menjadi kenyataan.

Jika anda adalah seorang siswa sebuah SMU, dan anda ingin berhasil lulus ujian dan diterima di PTN idaman anda, maka berikanlah informasi tentang PTN idaman anda tersebut kepada pikiran bawah sadar anda. Tempellah di buku-buku anda logo PTN tersebut, tulislah di setiap lembar buku-buku pelajaran anda, nama dan program studi yang anda inginkan di PTN tersebut, berkunjunglah di lingkungan PTN tersebut, masuklah ke perpustakaan PTN tersebut, sering-seringlah berbicara dan berdiskusi dengan teman anda yang sudah kuliah di PTN tersebut, dan lain sebagainya. Ini adalah bagian dari cara mengatur dan memberikan informasi kepada pikiran bawah sadar anda.

Jika anda ingin membeli sebuah rumah, maka sering-seringlah berkunjung ke rumah-rumah yang sedang dipasarkan, untuk melihat-lihat dan membandingkan satu dengan yang lain. Jika anda ingin membuka usaha sendiri, maka sering-seringlah berkunjung ke pameran wirausaha, mengunjungi teman yang sudah memiliki dan menjalankan usaha sendiri, membaca berbagai majalah bisnis dan wirausaha, membeli sedikit demi sedikit barang-barang yang diperlukan untuk usaha tersebut, membuat rencana bisnis dan lain sebagainya. Jika di pikiran bawah sadar anda telah tertanam semua informasi yang dibutuhkan untuk mewujudkan cita-cita anda, maka setiap hari anda akan merasakan desakan yang begitu kuat yang muncul dari dalam diri anda untuk segera mencapai cita-cita tersebut. Ia akan timbul secara refleks, bilamana anda bertemu dengan suatu fakta baru yang bersinggungan dengan cita-cita anda. Inilah kekuatan pikiran bawah sadar anda yang dapat anda manfaatkan untuk membantu mewujudkan setiap cita-cita anda.

Pikiran bawah sadar kita tidak memiliki kapasitas untuk menolak atau mengurangi setiap intruksi dan informasi yang diberikan oleh pikiran sadar kita, bahkan informasi yang salah sekalipun akan dicerna sebagai suatu fakta kebenaran. Dengan memanfaatkan dan mendayagunakan kekuatan pikiran bawah sadar kita, maka kita sedang menyusun suatu fondasi yang sangat kukuh untuk bangunan keyakinan kita terhadap kekuatan diri pribadi.

Jumat, 06 Desember 2013

Ir Soekarno : Indonesia tidak berniat mengakui Israel



Indonesia baru saja memperingati hari kemerdekaannya ke-68. Ingatan publik kembali pada masa-masa awal lahirnya Republik Indonesia, termasuk bagaimana ia mendapat pengakuan de jure dari dunia internasional.
Dunia Arab, terutama negeri-negeri Muslim, yang mula-mula memberi pengakuan setelah adanya anjuran dari Dewan Liga Arab pada 18 November 1946. Namun ternyata Israel, negara yang dikenal kerap memicu konflik di Timur Tengah, turut mengakui. Harapannya, Indonesia memberi pengakuan serupa kepada Israel.
Pada Desember 1949, tak lama setelah pemerintah Belanda menandatangani penyerahan kedaulatan Indonesia, Presiden Chaim Weizmann dan Perdana Menteri Ben Gurion mengirim telegram kepada Presiden Sukarno dan Menteri Luar Negeri (kemudian Wakil Presiden) Mohammad Hatta. Mereka menyampaikan ucapan selamat. Pada Januari 1950, Menteri Luar Negeri Moshe Sharett mengirim telegram ke Hatta, memberitahukan bahwa Israel telah memutuskan untuk memberikan pengakuan penuh kepada Indonesia.
“Hatta menanggapi apa yang dilakukan Sharett dan Ben-Gurion dengan ucapan terima kasih, namun tak menawarkan timbal-balik dalam hal pengakuan diplomatik,” tulis Colin Rubenstein, direktur eksekutif Australia/Israel and Jewish Affairs Council (AIJAC), dalam “Indonesia And Israel: A Relationship In Waiting”, dimuat Jewish Political Studies Review, Maret 2005. Merasa sikapnya bertepuk sebelah tangan, Sharett kembali menulis surat soal rencana pengiriman misi muhibah ke Indonesia. Dalam sebuah surat balasan yang dikirim pada Mei 1950, Hatta menyarankan supaya misi tersebut ditunda untuk waktu yang tak ditentukan.

Keengganan Indonesia untuk berurusan dengan Israel terus berlanjut. Pada Juni 1952, kantor berita Antara melaporkan bahwa pemerintah Indonesia tak berniat mengakui Israel. Berita ini dikutip pers di negara-negara Arab dan Pakistan. “Sebabnya, mayoritas penduduk Indonesia adalah Muslim dan karena negara-negara Arab telah memberikan dukungan kepada Indonesia selama perjuangan untuk kemerdekaan,” tulis Rubenstein.
Pada 1953, Sukarno mulai menggagas konferensi negara-negara Asia dan Afrika yang akan digelar di Indonesia. Dalam sebuah pertemuan para calon peserta, negara-negara seperti Burma, India, dan Srilanka, mendukung supaya Israel diikutsertakan. Namun, Indonesia bersama Pakistan bersikeras menolaknya. Akhirnya saat digelar Konferensi Asia Afrika pada April 1955, Israel tidak ikut berpartisipasi.

Pada 1957, ketika tim nasional Indonesia lolos di zona Asia dan tinggal menghadapi Israel untuk ikut ke Piala Dunia 1958 di Swedia, Indonesia menolak untuk main di Jakarta atau Tel Aviv, ibukota Israel. Indonesia hanya mau main di tempat netral, tetapi ditolak oleh Federasi Sepakbola Dunia (FIFA). Indonesia pun mengundurkan diri. Tak hanya itu, Sukarno bahkan dengan lantang menentang keikutsertaan Israel –dan Taiwan– dalam Asian Games pada 1962 di Jakarta.

Sikap antiimperialisme Sukarno juga mempengaruhi sikap Indonesia. “Selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itulah bangsa Indonesia berdiri menantang penjajahan Israel,” kata Sukarno dalam pidatonya pada 1962. Hubungan diplomatik antara Indonesia-Israel memang tak terwujud, hingga kini.